
Sultra, (CelebesSultra) - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat trend positif capaian investasi selama Januari-Juni 2026 menembus Rp18,552 triliun.
"Alhamdulillah, hingga saat ini sudah mencapai 51 persen dari target investasi sebesar Rp36,220 triliun dengan mayoritas investasi dari penanaman modal asing (PMA)," kata Kadis DPMPTSP Sultra, Muhammad Nurjaya di Kendari, Selasa (28/07/2026).
Menurut Nurjaya, sedikitnya ada 3 sektor utama yang menjadi motor penggerak investasi di Sultra meliputi hilirisasi industri smelter dan turunannya, sektor perkebunan dan perikanan, UMKM dan ekonomi kreatif.
Ia mengatakan, lompatan ini dipicu tingginya kepatuhan pelaku usaha lapor LKPM via OSS dan atensi Gubernur Sultra Mayjen TNI Purn Andi Sumangerukka untuk ciptakan iklim investasi yang sehat demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Bumi Anoa.
Disebutkan, pada triwulan I Januari-Maret 2026 misalnya realisasi investasi tercatat Rp13,1 triliun, PMA menyumbang Rp8,33 triliun atau 63,62 persen, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp4,76 triliun atau 36,38 persen.
Dan memasuki triwulan II April-Juni 2026 investasi kembali menunjukkan trend sebesar Rp5,44 triliun. Nilai tersebut terdiri dari PMA sebesar Rp3,03 triliun atau 55,73 persen dan PMDN sebesar Rp2,41 triliun atau 44,27 persen.
Nur Jaya menambahkan, DPMPTSP Sultra terus melakukan terobosan pelayanan agar iklim investasi semakin kondusif. Diantaranya percepatan perizinan melalui online single submission (OSS), jemput bola ke kabupaten/kota, serta fasilitasi kendala investasi.
"Kami menargetkan di akhir 2026 capaian investasi Sultra bisa melampaui target nasional. Kuncinya ada pada kolaborasi. Mari kita jaga Sultra tetap ramah investasi, tapi tetap memperhatikan lingkungan dan masyarakat lokal," tegasnya.
DPMPTSP juga mengapresiasi peran BKPM, Perbankan, asosiasi usaha, dan pemerintah kabupaten/kota yang terus mendukung realisasi investasi di Bumi Anoa, Sulawesi Tenggara.
Mantan Kadis PUPR Sultra itu menyebutkan, dampak dari peningkatan investasi itu juga mempengaruhi peningkatan serapan tenaga kerja yang terserap mencapai 10.643 orang meliputi 10.113 orang atau 96,65 persen tenaga kerja lokal dan 350 orang atau 3,35 persen tenaga kerja asing (TKA)-(CS-Red).
Iklan
Advertisement Space
