
Kendari, (CelebesSultra) - Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 2 Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), guna meninjau langsung pelaksanaan pengabdian kadet mahasiswa.
"Kami dari Jakarta, dari URI, sebetulnya ingin melihat bagaimana pengabdian kadet mahasiswa URI di sekolah rakyat, dan salah satu contohnya adalah SRT 2 yang ada di Kendari," kata Gubernur URI Donny Ermawan saat ditemui di Kendari, Sabtu.
Pihaknya mengerahkan sekitar 181 kadet mahasiswa ke berbagai lokasi Sekolah Rakyat untuk membantu proses pembelajaran serta pengasuhan siswa di asrama.
Menurutnya, kehadiran para kadet diharapkan dapat membantu para guru dan pengasuh dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan, termasuk mendampingi anak-anak yang memerlukan penanganan khusus.
"Tantangannya sangat luar biasa. Pengasuh dan guru di sekolah rakyat ini sangat luar biasa karena ada anak-anak yang bahkan belum bisa membaca. Ini menjadi kesempatan bagi kadet mahasiswa URI untuk membantu mengajari mereka," ujarnya.
Ia menambahkan program pengabdian masyarakat ini juga mendapat respons positif dari Kementerian Sosial (Kemensos). Sebelumnya, dukungan perbantuan serupa juga sempat diberikan melalui penyiapan taruna dan kini dilanjutkan oleh kadet mahasiswa URI dengan rencana program berkelanjutan pada tahun mendatang.
"Pak Menteri Sosial sangat terbantu sekali dengan adanya pengabdian dari taruna maupun kadet mahasiswa. Intinya, kami siap untuk terus membantu," kata Donny Ermawan.
Sementara itu Kepala SRT 2 Kota Kendari Ferdinand Nicholas Bonde membeberkan bahwa saat ini sekolah yang dipimpinnya membina sebanyak 378 siswa aktif dari berbagai jenjang pendidikan.
"Total siswa ada 378 orang, terdiri atas jenjang SD sebanyak 117 siswa, SMP 133 siswa, dan SMA 128 siswa," ucap Ferdinand.
Ia menambahkan seluruh kegiatan belajar mengajar dan operasional asrama di SRT 2 Kendari didukung penuh oleh puluhan tenaga pendidik dan pengasuh.
"Untuk total guru SD, SMP, hingga SMA ada 47 orang. Selain itu kami didampingi 29 orang wali asrama dan 27 orang wali asuh yang semuanya aktif sampai sekarang," jelasnya.(Cs/Ant).
Iklan
Advertisement Space
