Menu

Senin, 21 September 2026
LogoPortal Berita Sulawesi Tenggara
SULTRA

Kelompok 14 KKA UMK Laksanakan Program Pemberdayaan Masyarakat di Tinabite

Minggu, 13 September 2026
Farhan

Bombana (Celebes Sultra)– Mahasiswa Kuliah Kerja Amaliah (KKA) Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) Kelompok 14 melaksanakan rangkaian program pemberdayaan masyarakat di Desa Tinabite, Kecamatan Lantari Jaya, Kabupaten Bombana.

Kegiatan KKA Tahun 2026 tersebut berlangsung selama satu bulan, mulai 3 Agustus hingga 3 September 2026, dengan sejumlah program yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Selama berada di Desa Tinabite, Kelompok 14 melaksanakan empat program utama, yakni revitalisasi perpustakaan sebagai pusat bimbingan belajar anak Desa Tinabite, Tinabite Inkubator Lokal Produk melalui pembuatan keripik pisang, pembuatan peta dan website profil desa, serta pembuatan plang penanda dan penunjuk arah desa.

Rangkaian program tersebut mencakup bidang pendidikan, pengembangan ekonomi lokal, penyediaan informasi desa, serta peningkatan akses dan mobilitas masyarakat.

Perpustakaan Desa Direvitalisasi Menjadi Ruang Belajar

Di bidang pendidikan, Kelompok 14 melakukan revitalisasi perpustakaan desa untuk mengoptimalkan fasilitas tersebut sebagai ruang belajar yang nyaman dan edukatif bagi anak-anak Desa Tinabite.

Kegiatan revitalisasi dilakukan melalui pembersihan, penataan kembali, serta perbaikan fasilitas perpustakaan.

Setelah direvitalisasi, perpustakaan kemudian dimanfaatkan sebagai tempat bimbingan belajar dengan pendampingan mahasiswa KKA.

Program tersebut menjadi salah satu upaya Kelompok 14 dalam meningkatkan minat baca sekaligus memberikan pendampingan belajar kepada anak-anak di Desa Tinabite.

Tinabite Inkubator Lokal Produk Manfaatkan Potensi Pisang

Di bidang pengembangan ekonomi lokal, Kelompok 14 melaksanakan program Tinabite Inkubator Lokal Produk melalui pembuatan keripik pisang dengan memanfaatkan potensi pertanian yang tersedia di Desa Tinabite.

Program tersebut diarahkan untuk mengolah pisang yang tersedia di desa menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Dalam pelaksanaannya, Kelompok 14 berkolaborasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bombana melalui kegiatan seminar dan pembinaan kepada masyarakat.

Pembinaan tersebut memberikan pemahaman mengenai pengembangan produk lokal, termasuk proses pengolahan, pengemasan, serta peluang pemasaran.

Mahasiswa kemudian mempraktikkan pembuatan keripik pisang bersama masyarakat sebagai bagian dari pengenalan pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi.

“Kami melihat Desa Tinabite memiliki potensi yang cukup besar, khususnya dari sektor pertanian. Melalui program Tinabite Inkubator Lokal Produk, kami mencoba mendorong agar potensi tersebut bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Dengan adanya kolaborasi bersama Dinas Perindagkop dan UKM Kabupaten Bombana, masyarakat juga mendapatkan pembinaan yang lebih luas terkait pengembangan usaha,” ujar Fadhil, Koordinator Kelompok 14 KKA UMK.

Melalui program tersebut, Kelompok 14 berharap potensi pisang di Desa Tinabite dapat terus dikembangkan menjadi produk lokal yang memiliki peluang ekonomi bagi masyarakat.

Peta dan Website Perkuat Informasi Desa

Program lainnya berfokus pada penyediaan informasi desa melalui pembuatan peta dan website profil Desa Tinabite.

Peta desa dibuat untuk memberikan gambaran mengenai wilayah serta sejumlah lokasi penting yang terdapat di desa.

Sementara itu, website profil desa dikembangkan sebagai media informasi mengenai kondisi, fasilitas, potensi, dan berbagai informasi terkait Desa Tinabite.

Kehadiran peta dan website tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat maupun pihak luar dalam memperoleh informasi, mengenali wilayah, serta mengetahui potensi Desa Tinabite.

Plang Penunjuk Arah Dukung Mobilitas Masyarakat

Untuk mendukung mobilitas masyarakat, Kelompok 14 juga membuat dan memasang plang penanda serta penunjuk arah Desa Tinabite.

Program tersebut diawali dengan survei terhadap sejumlah titik yang dianggap strategis.

Setelah menentukan lokasi, mahasiswa menyiapkan, membuat, dan memasang plang penunjuk arah.

Keberadaan penanda tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pengunjung dalam mengenali arah dan lokasi di wilayah Desa Tinabite, terutama mengingat wilayah desa yang cukup luas dan masih terbatasnya penunjuk arah.

Selain empat program utama, Kelompok 14 turut melaksanakan sejumlah kegiatan pendukung bersama masyarakat Desa Tinabite.

Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi penggunaan gadget yang bijak bagi anak SD, sosialisasi anti-bullying, sosialisasi legalitas usaha, perlombaan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI, serta kegiatan “Rabu Belajar, Sabtu Berkembang”.

Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa membangun interaksi, kebersamaan, dan partisipasi bersama masyarakat selama pelaksanaan KKA.

Bagi Kelompok 14, keberhasilan pelaksanaan KKA tidak hanya diukur dari terlaksananya seluruh program, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.

“Selama pelaksanaan KKA, kami berusaha menyesuaikan program dengan kebutuhan dan potensi yang ada di Desa Tinabite. Bagi kami, yang paling penting bukan hanya programnya terlaksana, tetapi bagaimana program tersebut bisa memberikan manfaat dan dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah kami kembali ke kampus,” kata Fadhil, Koordinator Kelompok 14 KKA UMK.

Kelompok 14 berharap perpustakaan dapat terus dimanfaatkan sebagai ruang belajar, sementara produk keripik pisang dapat dikembangkan dari sisi produksi, kemasan, legalitas, dan pemasaran.

Peta dan website desa juga diharapkan dapat terus diperbarui, sedangkan plang penunjuk arah dapat dirawat dan dikembangkan sesuai kebutuhan masyarakat.

Pelaksanaan KKA di Desa Tinabite menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan.

Melalui berbagai program tersebut, Kelompok 14 berharap kehadiran mereka selama satu bulan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Tinabite serta meninggalkan program yang dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara berkelanjutan.

Iklan

Advertisement Space

universitas muhammadiyah kendari
kuliah kerja amaliah

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait untuk saat ini.