Menu

Selasa, 22 September 2026
LogoPortal Berita Sulawesi Tenggara
Ekonomi

Mentan Tegaskan Rencana Impor Beras AS Tidak Ganggu Swasembada

Rabu, 04 Maret 2026
Redaksi
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Unggas dan Produk Turunannya ke negara Jepang, Singapura dan Timor Leste di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam kegiatan Pelepasan Ekspor Unggas dan Produk Turunannya ke negara Jepang, Singapura dan Timor Leste di Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Jakarta (CELEBES SULTRA) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa rencana impor 1.000 ton beras dari Amerika Serikat (AS) tidak bertentangan dengan klaim swasembada beras nasional.

Menurutnya, jumlah tersebut sangat kecil dan bersifat khusus untuk memenuhi kebutuhan turis asing serta investor yang berkunjung ke Indonesia.

“Itu baru akan diimpor, dan kalau jadi, berasnya adalah jenis basmati sesuai dengan selera turis dan investor asing,” kata Amran di sela kegiatan Pelepasan Ekspor Unggas dan Produk Turunannya sebanyak 545 ton senilai Rp18,2 miliar ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste di Jakarta, Selasa (3/3).

Amran menjelaskan beras khusus tersebut diperuntukkan bagi segmen restoran, hotel, serta kebutuhan wisatawan asing, bukan untuk konsumsi umum masyarakat Indonesia.

Ia mencontohkan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi tetap memilih beras lokal karena cita rasa lebih sesuai dengan selera masyarakat Tanah Air.

Di sisi lain, pemerintah justru tengah menyiapkan ekspor beras premium sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia di Tanah Suci.

Volume ekspor ini lebih besar dibandingkan rencana impor, sehingga publik diminta melihat neraca perdagangan beras secara utuh dan proporsional.

Amran menekankan bahwa stok beras nasional saat ini melimpah, mencapai hampir 4 juta ton yang dikelola Perum Bulog. Dengan kondisi tersebut, Indonesia dinilai telah mencapai swasembada beras dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri secara mandiri.

“Kita harus rasional. Jangan pakai rasa. Rencana impor 1.000 ton itu kecil sekali dibandingkan ekspor yang kita lakukan,” ujarnya.

Rencana impor beras ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat, di mana Indonesia akan mengimpor komoditas pertanian senilai 4,5 miliar dolar AS.

Salah satu komoditas yang masuk dalam kesepakatan adalah beras dengan total 1.000 ton per tahun, meliputi gabah, beras lepas kulit, beras putih, dan beras pecah (menir).

Iklan

Advertisement Space

impor beras
ekspor unggas
menteri pertanian
andi amran sulaiman