
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Amerika telah "memenangkan" perang dengan Iran, tetapi akan terus melanjutkan operasi militer hingga misi tersebut benar-benar selesai.
"Kami tidak akan pergi sampai pekerjaan itu selesai dan itu akan sangat cepat, akan sangat cepat," kata Trump dalam sebuah acara di Kentucky, Rabu (11/3).
Ketegangan di kawasan meningkat sejak 28 Februari, ketika AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan terhadap Iran yang menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk mantan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Trump menambahkan bahwa pihaknya telah menghancurkan 58 kapal angkatan laut milik Iran. Dia juga mengatakan bahwa operasi militer tersebut sudah mencapai kesuksesan besar. Namun, Trumpi mengingatkan bahwa ia lebih memilih untuk tidak menyatakan kemenangan terlalu dini.
"Kami telah menang. Saya beri tahu Anda, kami telah menang. Anda tahu, Anda tidak pernah suka mengatakan terlalu cepat bahwa Anda menang. Kami menang. Kami memenangkan taruhan, pada jam pertama; semuanya sudah berakhir," ucapnya.
Trump kembali menegaskan bahwa AS melakukan apa yang ia sebut sebagai "darmawisata".
"Anda tahu excursion? Kami harus melakukan perjalanan kecil untuk menyingkirkan beberapa orang jahat, sangat jahat. Itu seharusnya sudah dilakukan sejak 47 tahun lalu. Mereka telah membunuh rakyat kami," katanya.
Dia mengatakan bahwa Iran sudah "siap".
"Mereka sangat kuat, Anda tahu. Mereka akan mencoba menguasai seluruh Timur Tengah. Mereka akan menghancurkan Israel. Mereka tidak tahu apa yang menghantam mereka, bukan? Mereka tidak tahu bahwa mereka dihantam oleh militer Amerika. Mereka tidak mengharapkan hal seperti ini," ucap Trump.
Dia menambahkan bahwa AS tidak ingin menyelesaikan operasi militer itu terlalu cepat.
"Kami tidak ingin pergi terlalu cepat, bukan? Kami harus menyelesaikan pekerjaan ini. Selama 11 hari terakhir, militer kami secara praktis telah menghancurkan Iran, negara yang keras," ujarnya.
Sumber: Anadolu
Iklan
Advertisement Space
Berita Terkait

Trump Keluhkan Negara Sekutu Enggan Kirim Kapal ke Selat Hormuz
17 Maret 2026 pukul 12:40

Trump Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan Negara Lain Buka Selat Hormuz
17 Maret 2026 pukul 12:13

Trump Sebut Bisa "Mengambil Alih" Kuba, Tegang dengan Insiden Kapal AS
17 Maret 2026 pukul 12:11

Presiden Iran Peringatkan Serangan dari Pangkalan AS tak dapat diterima
12 Maret 2026 pukul 20:52

Kemenkeu Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terjaga di Tengah Gangguan Rantai Pasok Global
12 Maret 2026 pukul 20:52
